Laman

Minggu, 24 Maret 2013

Administrasi Negara >< Administrasi Pembangunan


Administrasi  Negara  ><  Administrasi Pembangunan
Pembangunan adalah usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana yang dilakukan oleh suatu bangsa kemudian negara dan pemerintahan menuju moderitas dalam rangka pembinaan bangsa (Nation Building).
Administrasi Pembangunan adalah seluruh usaha yang dilakukan oleh masyarakat umntuk memperbaiki tata kehidupannya,sebagai suatu bangsa dalam bebbagai aspek kehidupan bangsa tersebut dalam rangka usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan
6 Ciri Pembanguan Menurut Siagian
1. Proses
2. Sadar
3. Berencana
4. Moderitas
5. multi Deminsional
6. Nation Building
Ø  EDWARD  H LIGHHTRIELD
Administrasi Negara adalah studi mengenai bagaimana bermacam – macam badab – badan pemerintah di organisir di perlengkapi tenaga – tenaganya,kemudian dibagi di gerakkan dan dipimpin.
Ø  D WIGHT WALDO
Admiistrasi Negara adalah menejemen dan organisasi daripada manusia – manusia dan nuperalatan nya guna mencapai tujuan – tujuan pemerintah.

Administrasi Negara                 ><        Administrasi Pembangunan
Administrasi Negara menyagkut negara – negara maju
Adm. Pembangunan menyagkut negara – negara berkembang
Adm.Negara bersifat netral tyerhadap tujuan pembangunanmbangunan
Adm. Pembangunan bersifat aktif terhadap tujuan pembangunan
Pelaksanaan yang tertib / efisien dari unit – unit pembangunan masa kini
Mendorong (Memotivasi Kemasa Depan)
Ditetepkan pada tugas – tugas rutin dalam hal pelayanan masyrakat (public service ) dan tertib  pembangunan (  law and order )
Ditentukan pada tugas – tugas pembangunan (development agent )
Pemerintah sebagai pelaksana
Administrator sebagai penggerak perubahan
Legalistic approac ( pendekatan yang syah / resmi ).
Ecological approach (pendekatan lingkungan)
 - action orientic ( Orientasi pelaksanaan )
 - problem solving  (pemecahan maslah)




Partisipasi masyrakat merupakan syarat mutlak pembangunan dan  pemikul tanggung jawab yang lebih besar ada 6 kelompok elite. Klasifikasi Golongan Elite yang memberikan pengaruh terhadap usaha pembaharuan:
1.       Elite Politik;
2.       Elite Administrasi;
3.       Elite Cendekiawan;
4.       Elite Dunia Usaha;
5.       Elite Militer;
6.       Elite Pembinaan pendapat;

·         Elite politik:
Elite Politik adalah kelompok yang memperoleh pengesahan mengenai kehendak politik bangsa serta politik pembangunan di mana ditentukan arah yang akan dijalankan dalam pembangunan bangsa oleh pemerintah.

·         Elite Administrasi:
Elite Administrasi terlibat pula dalam perumusan kehendak politik. Tugas Elite  Administrasi  ialah untuk menterjemahkan keinginan-keinginan politik menjadi kebijaksanaan, rencana dan program-program pembangunan.

·         Elite Cendekiawan:
Elite cendekiawan, akan berpengaruh dalam masyarakat sangat tergantung  kepada pemikiran-pemikiran yang berorientasi kepada kebijaksanaan serta program-program pembaharuan atau pembangunan atau hubungannya dengan elite-elite lain.

·         Elite Dunia Usaha:
Elite Dunia Usaha, merupakan elite yang menguasai sumber-sumber ekonomi. Elite ini sangat berorientasi kepada kepentingannya sendiri.

·         Elite Militer:
Elite Militer, merupakan elite yang semakin mempunyai peranan yang besar sekali dengan mendapat otoritas pelaksanaan kebijaksanaan atau program serta stabilitas dan kontinuitas pembangunan. Kelompok ini telah mendapat legitimasi dari masyarakat.

·         Elite Pembinaan Pendapat:
Kelompok ini merupakan suatu kelompok yang tugas sehari-harinya menjadi penyalur informasi dan pembentuk pendapat masyarakat (public opinion). Kelompom ini dapat menjadi pencetus pembaharuan, penyalur pemikiran dan pendapat pula menjadi pengawas social terhadap jalannya proses politik dan proses administrasi.


Klasifikasi dan Tugas Golongan Elite yang memberikan pengaruh terhadap usaha pembaharuan:
Ø  Political Elite
·         Dalam Adm. Pemb. dikenal sebagai “legitimizers”.
·         Yang  berbicara atas nama rakyat.
·         Yang menentukan bidang-bidang pembangunan y6ang harus dilaksanakan oleh pemerintah.

Ø  Administrative Elite.
·         Para pimpinan administrasi negara yang merupakan “executional policy makers” didalam pemerintahan.
·         Yang menterjemahkan keinginan-keinginan politik menjadi rencana dan program-program pembangunan yang lebih praktis dan pragmatis.
·         Kerja sama antara political elite dengan Administrative elite mutlak harus ada.

Ø  Academic Elite ( Elit Cendikiawan ).
·         Memperkecil dan jika mungkin menghilangkannya, jurang pemisah antara teori yang dikuasai dengan praktek kehidupan sehari-hari.
·         Harus mampu mengembangkan teori yang segera dapat diterapkan dalam pembangunan baik oleh pemerintah maupun elite-elite lainnya

Ø  Bussiness Elite ( Para Usahawan ).
·         Menunjang politik ekonomi nyang telah digariskan.
·         Ikut serta merealisasikan rencana pembangunan serta program kerja melalui : penanaman modal yang terarah, membuka lapangan kerja baru, menumbuhkan jiwa wira usaha, meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Ø  Military Elite.
·         Peranan militer dinegara sedang berkembang masih sangat besar.
·         Peranan elite militer adalah :
·         Sebagai penyelamat negara dalam kehancuran, baik karena ketidak mampuan golongan sipil maupun karena ancaman dari luar.
·         Sebagai penengah dalam timbulnya konflik nasional. Konflik sering terjadi karena ketidak matangan berpolitik dari elite politik. Militer harus bersikap netral.
·         Sebagai  pelopor peningkatan disiplin kerja. Militer yang dikenal memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi sehingga sering kali dijadikan teladan oleh organisasi-organisasi non militer.
·         Sebagai human resources. Dalam keadaan tidak perang, personil militer dapat dikaryakan dalam bidang-bidang non militer.

Ø  Informed Observes.
·         Mereka yang tugas utamanya sebagai penyalur informasi dan membentuk pendapat umum.
·         Mereka yang menguasai media massa, radio, TV, majalah, koran dan sebagainya, baik yang dikuasai pemerintah maupun swasta.
·         Mereka yang menginformasikan program-program dan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat.
·         Mereka yang memberikan input atau umpan balik hal-hal yang diperlukan pemerintah.

Ø  Masyarakat luas.
·         Masyarakat sebagai “development clientele”.
·         Pembangunan, dari – oleh – untuk masyarakat


Rabu, 13 Maret 2013

Menjaga kesehatan mata dengan celak



Menjaga kesehatan mata dengan celak


Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya , bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan celak itsmad yang dibubuhi minyak wangi saat menjelang tidur. Namun beliau menambahkan, “Orang yang berpuasa henddaknya menjauhinya” Abu Ubaid meriwayatkan bahwa arti dibubuhi minyak wangi, yakni dibubuhi minyak kesturi.

Sementara dalam sunan ibnu majah dan yang lainnya disebutkan dari Ibnu Abbas bahaw Rasulullah صلى الله عليه وسلم memiliki tempat celak yang beliau gunakan tiga kali di bagian mata. Sementara dalam riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bila bercelak, menorehkan celaknya tiga kali di bagian kanan matanya. Dimulai dari kanan dan di akhiri di bagian kanan, sementara di bagian kiri hanya dua kali.
Diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Barang siapa yang menggunakan celak, hendaknya menggunakannya dengan hitungan ganjil.”
Ganjil disini bisa juga dilihat pada sepasang mata, tiga kali di bagian kanan dan dua kali di bagian kiri, dan dalam hal ini bagian kanan layak didahulukan, atau bisa juga dilihat pada masing-masing mata, sehingga di bagina kanan tiga kali dan di bagian kiri jug tiga kali. Memang ada dua pendapat dalam madzhab imam Ahmad dan yang lainnya.

Menganakan celak banyak manfaatnya di antarnya:
Bisa membantu menjaga kesehatan mata, memperkuat cahaya penglihatan juga menjernihkannya, memperlembut materi busuk yang ada dalam mata serta memaksanya keluar, di samping juga menjadi hiasan untuk jenis celak tertentu, bila digunakan saat tidur, celak memiliki khasiat lain, karena mengandung fungsi menyelimuti kelopak mata, maka celak dapat menenangkan mata sehingga tidak melakukan gerakan berbahaya selain juga memelihara kealamiannya. Itsmid sendiri memiliki kesitimewaannya tesendiri.

Dalam Sunan Ibnu Majah disebutkan dari Salim, dari ayahnya secara marfu’:
“Gunakan itsmid, karena itsmid bisa menjernihkan pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata” (Dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Asy-Syama’il dan juga oleh Al-hakim serta dinyatakan Shahih oleh Beliau, serta disepakati oleh Adz-Dzhahabi)

Sementara dalam kitab Abu nu’aim disebutkan, “Sesungguhnya itsmid itu dapat menumbuhkan bulu mata, menghilangkan kotoran dan menjernihkan pandangan.” (dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dn Ibnu Abi Ashim dari Ali, dan sanadnya hasan)

Sementara dalam sunan Ibnu Majah juga dari Ibnu Abbas رضي الله عنه secara marfu’ diriwayatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Celak yang terbaik buat kalian adalah Itsmid. Karena itsmid dapat menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan rambut.” ((Dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dan dinyatakan hasan oelh beliau, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah , Ibnu Hibban dan Al-Hakim dalam Ash-Shahih kedua ulama itu, juga oleh Ath-Thabrani dan Abu Nu’am dakam Al- hilyah.)

ITSMID adalah sejenis batu hitam bahan dasar celak didatangkan dari Ashfahan (Persia), yakni jenis celak terbaik, didatangkan dair belahan barat, yang terbaik dari jenis celak ini adalah yang paling mudah melekat namun bagian dalamnya halus, tidak mengandung kotoran.

Disalin dari Kitab “METODE PENGOBATAN NABI” oleh Syaikh Ibnu Qoyyim (Thabibun Nafsi)


Senin, 11 Maret 2013

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika


Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah Subhanahuwata’ala memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”
Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!

Sang pendeta pun mulai bertanya, “Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah Subhanahuwata’ala.
-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah Subhanahuwata’ala berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah Subhanahuwata’ala menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah Subhanahuwata’ala berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).

-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah Subhanahuwata’ala berfirman,
”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah Subhanahuwata’ala berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa ‘alaihissalam yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah Subhanahuwata’ala berfirman,
“Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus ‘alaihissalam.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan terhadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah Suhanahuwata’ala berfirman,
“Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah subhanahuwata’ala berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah subhanahuwata’ala,
”Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

** Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui internet,

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat


                                                                                                                        Oleh    : Revi Arianti
                                                                                                                        NPM   : 11.3522.103

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan
Sosial Budaya dalam Masyarakat

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.Perubahan sosial budaya dalam masyarakat terjadi karena beberapa faktor yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat (sebab intern) yaitu, Pertama dinamika penduduk.Kedua adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). Ketiga yaitu munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.Keempat yaitu terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Adapun sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern), Pertama yaitu adanya pengaruh bencana alam.Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. Kedua adanya peperangan, yang dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
Dan yang ketiga yaitu adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan.Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk, pola, dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam pelaksanaannya, kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan.