Administrasi Negara >< Administrasi Pembangunan
Pembangunan adalah usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana yang dilakukan oleh suatu bangsa kemudian negara dan pemerintahan menuju moderitas dalam rangka pembinaan bangsa (Nation Building).
Administrasi Pembangunan adalah seluruh usaha yang dilakukan oleh masyarakat umntuk memperbaiki tata kehidupannya,sebagai suatu bangsa dalam bebbagai aspek kehidupan bangsa tersebut dalam rangka usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan
6 Ciri Pembanguan Menurut Siagian
1. Proses
2. Sadar
3. Berencana
4. Moderitas
5. multi Deminsional
6. Nation Building
Ø EDWARD H LIGHHTRIELD
Administrasi Negara adalah studi mengenai bagaimana bermacam – macam badab – badan pemerintah di organisir di perlengkapi tenaga – tenaganya,kemudian dibagi di gerakkan dan dipimpin.
Ø D WIGHT WALDO
Admiistrasi Negara adalah menejemen dan organisasi daripada manusia – manusia dan nuperalatan nya guna mencapai tujuan – tujuan pemerintah.
Administrasi Negara >< Administrasi Pembangunan
Administrasi Negara menyagkut negara – negara maju
|
Adm. Pembangunan menyagkut negara – negara berkembang
|
Adm.Negara bersifat netral tyerhadap tujuan pembangunanmbangunan
|
Adm. Pembangunan bersifat aktif terhadap tujuan pembangunan
|
Pelaksanaan yang tertib / efisien dari unit – unit pembangunan masa kini
|
Mendorong (Memotivasi Kemasa Depan)
|
Ditetepkan pada tugas – tugas rutin dalam hal pelayanan masyrakat (public service ) dan tertib pembangunan ( law and order )
|
Ditentukan pada tugas – tugas pembangunan (development agent )
|
Pemerintah sebagai pelaksana
|
Administrator sebagai penggerak perubahan
|
Legalistic approac ( pendekatan yang syah / resmi ).
|
Ecological approach (pendekatan lingkungan)
- action orientic ( Orientasi pelaksanaan )
- problem solving (pemecahan maslah)
|
Partisipasi masyrakat merupakan syarat mutlak pembangunan dan pemikul tanggung jawab yang lebih besar ada 6 kelompok elite. Klasifikasi Golongan Elite yang memberikan pengaruh terhadap usaha pembaharuan:
1. Elite Politik;
2. Elite Administrasi;
3. Elite Cendekiawan;
4. Elite Dunia Usaha;
5. Elite Militer;
6. Elite Pembinaan pendapat;
· Elite politik:
Elite Politik adalah kelompok yang memperoleh pengesahan mengenai kehendak politik bangsa serta politik pembangunan di mana ditentukan arah yang akan dijalankan dalam pembangunan bangsa oleh pemerintah.
· Elite Administrasi:
Elite Administrasi terlibat pula dalam perumusan kehendak politik. Tugas Elite Administrasi ialah untuk menterjemahkan keinginan-keinginan politik menjadi kebijaksanaan, rencana dan program-program pembangunan.
· Elite Cendekiawan:
Elite cendekiawan, akan berpengaruh dalam masyarakat sangat tergantung kepada pemikiran-pemikiran yang berorientasi kepada kebijaksanaan serta program-program pembaharuan atau pembangunan atau hubungannya dengan elite-elite lain.
· Elite Dunia Usaha:
Elite Dunia Usaha, merupakan elite yang menguasai sumber-sumber ekonomi. Elite ini sangat berorientasi kepada kepentingannya sendiri.
· Elite Militer:
Elite Militer, merupakan elite yang semakin mempunyai peranan yang besar sekali dengan mendapat otoritas pelaksanaan kebijaksanaan atau program serta stabilitas dan kontinuitas pembangunan. Kelompok ini telah mendapat legitimasi dari masyarakat.
· Elite Pembinaan Pendapat:
Kelompok ini merupakan suatu kelompok yang tugas sehari-harinya menjadi penyalur informasi dan pembentuk pendapat masyarakat (public opinion). Kelompom ini dapat menjadi pencetus pembaharuan, penyalur pemikiran dan pendapat pula menjadi pengawas social terhadap jalannya proses politik dan proses administrasi.
Klasifikasi
dan Tugas Golongan Elite yang memberikan pengaruh terhadap usaha pembaharuan:
Ø
Political Elite
·
Dalam
Adm. Pemb. dikenal sebagai “legitimizers”.
·
Yang berbicara atas nama rakyat.
·
Yang
menentukan bidang-bidang pembangunan y6ang harus dilaksanakan oleh pemerintah.
Ø
Administrative Elite.
·
Para
pimpinan administrasi negara yang merupakan “executional policy makers” didalam
pemerintahan.
·
Yang
menterjemahkan keinginan-keinginan politik menjadi rencana dan program-program
pembangunan yang lebih praktis dan pragmatis.
·
Kerja
sama antara political elite dengan Administrative elite mutlak harus ada.
Ø
Academic Elite ( Elit Cendikiawan
).
·
Memperkecil
dan jika mungkin menghilangkannya, jurang pemisah antara teori yang dikuasai
dengan praktek kehidupan sehari-hari.
·
Harus
mampu mengembangkan teori yang segera dapat diterapkan dalam pembangunan baik
oleh pemerintah maupun elite-elite lainnya
Ø
Bussiness Elite ( Para Usahawan
).
·
Menunjang
politik ekonomi nyang telah digariskan.
·
Ikut
serta merealisasikan rencana pembangunan serta program kerja melalui : penanaman
modal yang terarah, membuka lapangan kerja baru, menumbuhkan jiwa wira usaha,
meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ø
Military Elite.
·
Peranan
militer dinegara sedang berkembang masih sangat besar.
·
Peranan
elite militer adalah :
·
Sebagai
penyelamat negara dalam kehancuran, baik karena ketidak mampuan golongan sipil
maupun karena ancaman dari luar.
·
Sebagai
penengah dalam timbulnya konflik nasional. Konflik sering terjadi karena
ketidak matangan berpolitik dari elite politik. Militer harus bersikap netral.
·
Sebagai pelopor peningkatan disiplin kerja. Militer
yang dikenal memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi sehingga sering kali
dijadikan teladan oleh organisasi-organisasi non militer.
·
Sebagai
human resources. Dalam keadaan tidak perang, personil militer dapat dikaryakan
dalam bidang-bidang non militer.
Ø
Informed Observes.
·
Mereka
yang tugas utamanya sebagai penyalur informasi dan membentuk pendapat umum.
·
Mereka
yang menguasai media massa, radio, TV, majalah, koran dan sebagainya, baik yang
dikuasai pemerintah maupun swasta.
·
Mereka
yang menginformasikan program-program dan hasil-hasil pembangunan kepada
masyarakat.
·
Mereka
yang memberikan input atau umpan balik hal-hal yang diperlukan pemerintah.
Ø
Masyarakat luas.
·
Masyarakat
sebagai “development clientele”.
·
Pembangunan,
dari – oleh – untuk
masyarakat
