Laman

Sabtu, 02 Juni 2012

REINVENTING GOVERMENT


MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
REINVENTING GOVERMENT
DAVID OSBORNE
TED GAEBLER

Oleh             : Revi Arianti
                                            Npm            : 11.3522.103


SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI
YPPT PRIATIM TASIKMALAYA 

 




 1
PEMERINTAHAN KATALIS :
MENGARAHKAN KETIMBANG
MENGAYUH

Kata pemerintahan berasal dari sebuah kata Yunani yang berarti “mengarahkan” . Tugas pemerintah adalah mengarahkan,bukan mengayuh perahu.Memberikan pelayanan adalah mengayuh,dan pemerintah tidaklah pandai mengayuh.
          Pemerintahan diibaratkan sebuah perahu ,peran pemerintah bisa sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu atau sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak.

Kritik :

Dimasa sekarang ini lembaga pemerintahan juga membutuhkan fleksibilitas untuk merespons setiap kondisi yang kompleks dan berubah dengsn cepat .Memang sulit jika para penentu kebijakan hanya mampu menguunakan satu metode pelayanan yang dihasilkan oleh birokrasi mereka sendiri.Akibatnya pemerintahan entrepreneurial mulai beralih ke system yang memisahkan keputusan kebijakan (mengarahkan ) dari pemberian pelayanan (Mengayuh)
          Seorang pemerintah itu jangan hanya bisa mengarahkan saja tapi juga harus bisa dan pandai mengayuh masyarakat yang ada dibawah kendalinya.Pedulikan ,arahkan dan layani seluruh masyarakat yang ada di bawah pemerintahan yang benar benar membutuhkan.






2
PEMERINTAHAN MILIK
MASYARAKAT : MEMBERI
WEWENANG KETIMBANG
MELAYANI

Agar benar benar berjalan,semua program harus dimiliki oleh masyarakat yang akan dilayani. Ini bukan sekedar retorika melainkan kenyataan . jadi, harus ada kepemilikan.
Bentuk akhir kepemilikan bukanlah kepemilikan hanya dari pemecahan masalah atau pelayanan , tetapi juga kepemilikan pemerintah. Menurut teori system, system perwakilan demokrasi Amerika memberi  kepemilikan itu.
Secara perlahan-lahan, pemerintah mulai memberi respon. Penjagaan keamanan yang berorientasi masyarakat bukanlah suatu penomena yang terpisah. Tema -tema yang sama mengenai kepemilikan masyarakat dan pemberian wewenang sebenarnya muncul di setiap segmen kehidupan rakyat Amerika. Pemerintahan Amerika mulai melepaskan kepemilikan dan control atas pelayanan masyarakat dari genggaman tangan para birokrat dan professional,lalu menyerahkanya ke masyarakat.

Kritik :

Entah apa yang akan terjadi jika paham pemerintahan milik masyarakat di terapkan di Negara kita (indonesia).Menurut saya pemerintah boleh saja memberikan wewenang kepada masyarakat tapi dengan batasan,Agar masyarakat juga tidak menyalah gunakan wewenang yang di berikan pemerintah.dan tugas pemerintah itu bukanlah memberikan wewenang tapi melayani pemerintah alangkah baiknya jika pemerintah itu memberikan wewenang kepada masyrakat dengan batasan tertentu  dengan mengarahkan dan melayani masyarakat.



3
PEMERINTAHAN YANG
KOMPETITIF : MENYUNTIKKAN
PERSAINGAN KE DALAM
PEMBERIAN PELAYANAN

Persoalannya bukanlah negri versus swasta, melainkan kompetisi versus monopoli.
Di Amerika pegawai negri mempunyai Serikat Pekerja ( semacam kopri di Indonesia) yang memiliki kekuatan dalam collective bargaining.
Tentu saja, dalam pemerintahan, monopoli merupakan cara Amerika.Ketika kelompok Progresif menganut system pemberian pelayanan oleh birokrasi pemerintahan,mereka menganut monopoli.
          Kompetisi hadir disini, tak peduli apa yang dilakukan pemerintah. Sektor swasta dengan cepat merebut pangsa pasar dari berbagai organisasi publik. Sampai satu-satunya pelanggan yang menggunakan pelayanan public adalah mereka yang tidak mampu beralih ke sebuah alternatif.

Kritik :

Menurut saya pelayanan adalah pelayanan yang harus dilakukan oleh pemerintah seharusnya tidak harus ada persaingan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.Meski memang tidak bisa kita pungkiri bahwa persaingan itu pasti ada .Pilihan yang ada memang tidak sekejam dalam sebuah pasar kompetitif :bersaing atau mati. Tapi memang cukup kejam sektor pemerintahan  bisa belajar bersaing, atau bisa juga mengalami stagnasi lalu tenggelam





4
PEMERINTAHAN YANG
DIGERAKKAN OLEH MISI :
MENGUBAH ORGANISASI
YANG DIGERAKKAN OLEH
PERATURAN

Organisasi yang digerakan oleh misi memberi kebebasan kepada karyawan nya dalam mencapai misi organisasi dengan metode paling efektif yang dapat mereka temukan.
Organisasi yang digerakkam oleh peraturan cenderung melumpuhkan inovasi karena selalu saja ada suatu peraturan yang menghalangi jalan.
Para wirausha publik menggunakan sejumlah strategi dasar untuk membangun organissi yang di gerakan oleh misi.


Kritik :

Membangun organisasi yang digerakan oleh misi menurut saya akan lebih baik . Organisasi yang di bangun berdasarkan daerah kekuasaan ketimbang berdasarkan misi cenderung menderita.karena misi merupakan satu-satunya aset terpenting bagi sebuah organisasi pemerintah . misi adalah untuk memfokuskan pada tujuan organisasi , menetapkan sasaran organisasi sehingga organisasi dapat mudah mencapai tujuan yang telah di tentukannya.







5
PEMERINTAH YANG
BERORIENTASI HASIL :
MEMBIYAYAI HASIL, BUKAN
MASUKKAN

Pemerintah wirausaha berusaha mengubah bentuk penghargaan dan intensif ini. Para wirausahawan pemerintah tau bahwa bila lembaga –lembaga dibiayai berdasarkan masukkan, maka  sedikit sekali alasan mereka untuk berusaha keras mendapatkan kinerja yang lebih baik. Tapi ketika mereka dibiayai berdasarkan keluaran, mereka menjadi obsesif dengan prestasi. Tidak segala sesuatu yang dilakukan pemerintah hasilnya dapat diukur.Organisasi-organisasi yang mengukur hasil kerja mereka meakipun mereka tidak menghubungkan pembiyayaan atau imbalan dengan hasilnya menyadari bahwa informasi mengubah mereka.

Kritik :

          Yang harus anda lakukan adalah mengukur sesuatu sehingga orang akan memberi respon. Dalam proses politik yang normal ,sebagian besar pengambil keputusan tidak pernah menghabiskan banyak waktu untuk membicarakan hasil yang mereka inginkan dari uang yang mereka keluarkan. Di antara program yang mereka danai, mayoritas anggota legislatif dan eksekutif negri tidak tau mana program yang berhasil g mana yang gagal. Ketika mereka memotong anggaran, mereka tidak tau apakah mereka sedang memotong daging atau lemak. Karena tidak ada informasi yang objektif  mengenai hasil.

         




6
PEMERINTAHAN
BERORIENTASI PELANGGAN :
MEMENUHI KWBUTUHAN
PELANGGAN, BUKAN
BIROKRASI

Kualitas hanya ditentukan oleh pelanggan.
·        Sistem berorientasi pada pelanggan memaksa pemberi jasa untuk dapat bertanggung jawab kepada pelanggan nya.
·        Sistem yang berorientasi pada pelanggan memberi kesempatan kepada orang untuk memilih diantara berbagai macam pelayanan.
·        Sistem yang berorientasi pada pelanggan mendorong pelanggan untuk membuat pilihan, dan mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen.
·        Sistem yang berorientasi pada pelanggan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan.
          Power dan rekan – rekannya yakin suatu sistem yang berorientasi pada pelanggan semestinya “ akrab dengan pemakai” : pelanggan tidak boleh dihadapkan dengan jaringan yang membingungkan dari program yang terfragmentasi. Mereka juga merasa system itu mestinya “transparan “ : pelanggan harus mampu menentukan pilihan tanpa harus melalui birokrasi yang rumit.

Kritik :

          Saya setuju dengan adanya sistem yang berorientasi kepada pelanggan,karena seperti yang sudah di jelaskan di atas sistem yang berorientasi kepada pelanggan akan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan.dengan adanya ke adilan masyrakat akan hidup makmur dan sejahtera bukankah itu adalah salah satu dari tujuan berbagai Negara di dunia termasuk Negara kita sendiri Indonesia. Sistem yang berorientasi pada pelanggan juga memungkinkan individu untuk memenuhui kebutuhan mereka dengan cara yang holistik.


7
PEMERINTAHAN WIRAUSAHA :
MENGHASILKAN KETIMBANG
MEMBELANJAKAN

Karena mendapat tekanan dari penentang pajak pada tahun 1970-an dan 1980-an serta krisis fiscal di awal 1990-an, pemerintah wirausaha di A.S semakin banyak mengikuti contoh Ueber roth. Mereka mencari pendapatan nonpajak.Mereka menghitung return on investment (ROI). Mereka mendaur ulang uang mereka dan memperoleh 15 atau 20 persen yang dapat di usahakan kembali. malahan, beberapa pemerintahan menjalankan perusahaan.

Kritik :

          Menurut saya pemerintahan wirausaha adalah pemerintahan yang kreatif ,Suatu pemerintahan dapat mengkapitalisasikan dana tanpa membebani pembayar pajak, hanya dengan menjual obligasi pendapatan.jika obligasi – obligasi itu dipaasrkan dengan benar sebagai obligasi inovasi para pemimpin bisnis mungkin membelinya untuk menunjukan dukungan mereka bagi pemerintahan yang lebih baik.













8
PEMERINTAHAN ANTISIPATIF:
MENCEGAH DARIPADA
MENGOBATI

Pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk mengurangi masalah. Untuk menghadapi sakit , mereka mendanai pelayanan perawatan kesehatan. Ada saatnya ketika pemerintah kita harus lebih memusatkan pada pencegahan.Mengutip eknom almarhum Ernst Schumacher,orang yang cerdas memecahkan masalah ,orang jenius menghindari masalah. Mencegah penyakit lebih mudah dan lebih murah ketimbang mengobatinya.mencegah kejahatan lebih mudah dan lebih murah ketimbang mengahadapinya.


Kritik :

          Saya setuju dengan system pemerintahan yang antisipatif .karna bisa mengurangi untuk terjadinya hal hal yang tidak diinginkan dalam negara. Dalam pepatah mengatakn “ sedia payung sebelum hujan “.tapi menurut saya bagi seorang pemerintah cukup sulit untuk bisa mewujudkan hal tersebut.












9
PEMERINTAHAN
DESENTRALISASI :
DARI HIRARKI MENUJU
PARTISIPASI DAN TIM KERJA


Mengenai tempat kerja,tak ada yang dapat menggantikan intelegensi khusus yang dimiliki seorang pekerja. Tidak peduli bgaimana cerdasnya seorang bos atau betapapun hebatnya seorang pemimpin,ia akan gagal total dalam membuka sumbat potensi karyawan apabila bekerja dengan melawan mereka ,bukanya bekerja bersama mereka. Setiap kali menjumpai organisasi partisipatif, kita menemukan tim kerja.Organisasi wirausaha jelas termasuk dalam katagori yang berorientasi pada tugas. Kekuatan terbesar dari organisasi yang berorientasi pada tugas menghadapi lingkungan yang kompleks dan berubah terus. Sebaliknya, organisasi yang berorientasi kekuasaan dan peran menemui hambatan.

         
Kritik :

Sebagai seorang pemimpin haruslah pintar pintar bekerja sama dengan bawahan nya.dan tidak sepatutnya seorang pemimpin itu bekerja dengan melawan atau berlawanan dengan bawahan nya.Karyawaan berpengatahuan masih membutuhkan atasan,tetapi pekerjaan dengan pengetahuan  itu sendiri tidak mengenal adanya hirarki,karena tidak ada pengetahuan yang lebih tinggi dan lebih rendah. Seperti yang saya paparkan  di atas dalam organisasi yang partisipatif kita akan menemukan tim kerja. Agar berhasil, Organisasi partisipatif tidak boleh hanya memberi  wewenang kepada karyawan dan tim –tim itu, tetapi juga melindungi mereka. Banyak upaya menejemen yang gagal karena menejer tidak memberi  dukungan kepada karyawan nya.




10
PEMERINTAHAN
BERORIENTASI PASAR :
MENDONGKRAK PERUBAHAN
MELALUI PASAR

Daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu, badan publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. Sebagaimana decade yang lalu telah memberi pelajaran kepada banyak perusahaan swasta terkemuka, peran yang lebih entrepreneurial ini tidak dapat dilaksanakam dengan baik oleh birokrasi bergaya komando tradisional.
Strukturisasi pasar juga bertentangan dengan pembentukkan birokrasi yang dijalankan publik untuk menyampaaikan pelayanan. Ini adalah cara untuk menggunakan pengungkit publik untuk membentuk keputusan individu untuk mencapai tujuan bersama. Ini merupakan ,metode kalsik pemerintahan wirausaha : pemerintah yang aktip tanpa pemerintahan yang birokratis :

Kritik :

Banyak dari yang kita bahas dalam buku ini dapat di ringkas di bawah rubik pemerintahan yang berorientasi pasar. Tidak hanya perubahan system, tapi kompetisi, pilihan pelanggan,tanggung gugat hasil, dan tentu saja perusahaan publik. Tetapi mekanisme pasar hanyalah setengah dari keadilan. Pasar bukanlah pribadi. Pasar tidak bisa memberi maap. Bahkan pasar yang paling disusun dengan cermat sekalipun cenderung membentuk kejadian yang tidak adil. Untuk melengkapi efisiensi dan efektifitas mekanisme pasar, kita butuh keluarga, tetangga dan komunitas yang hangat dan peduli. Sewaktu pemerintah wirausaha beralih dari birokrasi administratif, mereka perlu merangkul pasar dan komunitas.




KESIMPULAN

Dari tahun 1875 sampai 1930 inovasi sosial berbentuk  penciptaan lembaga pelayanan publik  baru . dua puluh atau tiga puluh tahun berikutnya akan sangat berbeda. Kebutuhan inovasi sosial mungkin akan lebih besar, tetapi harus berupa inovasi sosial didalam lembaga pelayanan publik yang sudah ada. Oleh karena itu, membangun manajemen wirausaha dalam lenbaga pelayanan publik yang sudah ada mungkin akan menjadi tugas politik terpenting dari generasi ini. Bila digunakan sebagai daftar periksa 10 prinsip ( dari bab 1 sampai bab 10 ) memberikan perangkat konseptual yang kuat. Seseorang dapat menjalankan organisasi atau sistem publik  apa saja atau masalah sosial apa saja melalui daftar periksa tersebut, dan proses tersebut akan menyarankan ancangan yang sangat berbeda dari ancangan yang dilakukan secara tradisional oleh pemerintah. Inilah nilai akhir daftar periksa : kemampuan cara berpikir , dan bertindak , yang baru.
Suatu sistem wirausaha akan mendorong kompetisi, terutama melalui rencana pembayaran dimuka (prepaid plan), yang memungkinkan pelanggan berbelanja dengan harga terbaik.
Pendidikan negri tradisional adalah contoh klasik dari model birokrasi. Terpusat , top-down ,dan digerakan oleh peraturan ;masing –masing sekolah adalah monopoli ; para pelanggan mempunyai sedikit pilihan ; dan tak ada pekerjaan yang tergantung pada prestasi mereka. Ini adalah sistem yang menjamin ksetabilan, bukan  perubahan.
Jika munculnya pemerintahan wirausaha lebih merupakan suatu pergeseran yang tak terhindarkan daripada suatu metode temporer, berarti  ini akan menimpa Negara lain juga. Dan betapa mengejutkannya, hal itu memang sudah terjadi. Proses transformasi yang serupa berlansung di seluruh Negara maju.
Revolusi kewirausahaan
1.     Krisis
2.     Kepemimpinan
3.     Kontinuitas kepemimpinan
4.     Infrastruktur warga yang sehat
5.     Visi dan tujuan bersama
6.     Kepercayaan
7.     Sumber daya luar
8.     Model untuk diikuti

Ada 36 alternatif  pilihan penyampaian jasa yang di temukan dan di gunakan di Amerika. Pemerintah wirausaha dapat memilih antara 36 alternatif ini. Organisasi yang birokratis lebih mengecewakan dalam banyak hal lain. Mereka mempunyai hambatan, misalnya, dengan tugas-tugas yang membutuhkan fleksibilitas, perubahan yang cepat responsivitas terhadap pelanggan, dan pengarahan jasa yang ekstensif kepada pelanngan.
          Pemerintah terkenal karena sifat dan bentuknya yang tak pernah berakhir. Orang-orang di pemerintahan selalu menghitung sesuatu atau mengaduk-aduk laporan statistik.  Dari perhitungan ini difokuskan kepada input :pengeluaran , pelayanan ,dan jasa. Jarang sekali pemerintah memusatkan pada outcome , hasil. Mengukur hasil adalah sangat sulit. Pengukuran laba dalam bisnis sangat jelas. Tidak demikian halnya dengan pengukuran hasil di pemerintahan.



2 komentar:

  1. asalamualaikum
    tulisannya saya kopas untuk tambahan ilmu anakku
    trim follow dan visitnya ke Yogya
    mau follow back tapi tdk ada follower di blog ini.
    sudah semester berapa ?
    semoga sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam,iya semoga bermanfaat
      saya baru semester 3
      terimakasih AMIN....
      sekarang udah bisa d f.b ko
      silahkan f.b ya bu terimakasih.

      Hapus